Jelajah Ilmu di Masjid A.R. Fachruddin Universitas Muhammadiyah Malang

 

 

 

Keberadaan muslimah ditengah masyarakat sudah semakin bertambah seiring waktu, hal ini dipandang perlu melakukan pencerdasan muslimah tentang fenomena kekinian yang kian kompleks ditengah perannya sebagai mahasiswa. Oleh karena itu jalinan ukhuwah yang tergabung dalam Jaringan Muslimah Daerah (Jarmusda) FSLDK Malang Raya mengagendakan kegiatan penuh manfaat melalui Talkshow Kemuslimahan dengan mengangkat tema: Menguak Fakta Besar Dibalik Pornografi.

Pemateri pertama adalah Ustadzah Winda Hardyanti, beliau public relation dan jurnalis. Semoga Allah menambahkan ilmu pada kita semua, berikut sedikit ulasan materi I:

Bagaimana era ini, teknologi telah mencuri kehidupan kita. Bangun pagi misalnya, apa yg pertama kali dilihat? Al Quran? Ma syaa Allah. Pasti kebanyakan orang bangun tidur langsung lihat hp, seharusnya ketika bangun tidur: memikirkan kebaikan apa yang akan dilakukan hari ini?

Teknologi komunikasi massa yang kian berkembang memiliki dampak positif dan negatif, postifnya sedikit diulas negatifnya yg banyak diulas. Media adalah konstruksi yang paling berkuasa, menentukan seluruh aspek kehidupan manusia. Dulu produk pers dijadikan alat propaganda bahkan sengaja dibuat bergambar sexy tujuannya agar segmen pasar tertarik membeli.

Lalu apa itu porno?

Porno adalah sesuatu yang menyalahi kesusilaan, kesantunan dalam prespektif budaya Indonesia, makanya dibilang asusila. Beberapa fungsi media, salah satunya to entertain, disalahartikan dgn tujuan menaikan birahi. Ironisnya pornografi tdk bisa dihapuskan selama masih banyak permintaan.

Dalam materi ini disampaikan, apa peran perempuan dalam konteks internet sehat. Perempuan sangat berperan, mulai dari remaja mulai membentengi diri karena ketika menjadi Ibu, maka al ummu madrasatul ula, Ibu itu madrasah utama bagi anaknya untuk itu diperlukan Media Literacy, artinya jgn menelan semua yg disampaikan oleh media. Hal tersebut mendukung kita untuk Cerdas Bermedia.

Ringkasnya:

Peran Perempuan    →     Ibu (Madrasah Utama)    →       Media Literacy      →      Cerdas Bermedia.

Karena mendidik perempuan artinya mendidik dua generasi, perlu pemahaman Media Literacy sebab pada saat sekarang kebanyakan Ibu menjadikan TV sebagai electronic babby sitter. Faktanya, menurut American Academy of Pediatric (pediatric = anak-anak) usia 0-2 tahun tidak disarankan melihat TV, karena TV sifatnya satu arah, sehingga mempengaruhi perkembangan otak, yang berdampak pada kosa kata anak. Usia 1-2 tahun maksimal menonton TV hanya 2 jam.

Adapun regulasi hukum di Indonesia masih belum bisa secara menyeluruh menghapus pornografi di media karena banyaknya permintaan tadi sehingga situs” itu masih ada. Ustadzah Winda juga menyampaikan pesan, kepada muslimah, pesannya ketika sudah dihalalkan (read: nikah) jangan mengexpose aktivitas membahagiakan di sosmed, hargai saudari lain yang masih khusyu’ dalam doanya. Hal ini didukung oleh Ustadzah Aji (Pemateri kedua) juga, yg menyampaikan bahwa di Mesir, setelah mengupload foto suaminya, rumah tangga menjadi banyak perselisihan, sebabnya adalah ‘ain, pandangan kedengkian orang lain ketika melihat foto tersebut di media sosial.

Memasuki materi kedua, peserta diajak lebih sadar akan realita yang terjadi pada saat sekarang, materi kedua ini bertema: Generasi Kita Terpapar Pornografi Sejak Dini, oleh Ustadzah Farida Aji, beliau lulusan FISIP UI dan sekarang menempuh pascasarjana Psikologi UM.

Awal materi ini ditampilkan fakta dan data, yaitu berdasarkan  survey yang diadakan tahun 2012 dari 1896 responden yg terdiri dari pelajar SD kelas 4,5,6 sebanyak 87% pernah akses pornografi dan pada 2013 dengan responden pelajar SD kelas 4,5,6 lebih banyak lagi jumlahnya yaitu 2016 pelajar, ternyata 95% pernah akses pornografi. Dan peristiwa incest ternyata telah terjadi di 11 provinsi di Indonesia. (Incest berarti zina sedarah)

Padahal diketahui bahwa pornografi membawa dampak negatif secara signifikan terhadap fungsi otak manusia: jadi pada suatu kecelakaan hebat, diteliti otak supir pengendara mobil yg sudah meninggal, sang supir mengalami cedera tepat di atas alis mata kanan (atau disebut director / direktori / prefrontral cortex,), diketahui bahwa fungsi tersebut bisa dirusak oleh pornografi, padahal fungsi tersebut baru matang setelah usia 25 tahun, dan fungsi inilah yang membedakan manusia dengan binatang (terkait dengan kemampuan berpikir rasional, bertanggung jawab dalam pengambilan keputusan, menentukan prioritas, menimbang risiko, kemampuan penilaian, dan analisis).

Lalu bagaimana pornografi merusak fungsi tersebut?

Gambar porno yg dilihat akan diteruskan ke otak kemudian responder dari otak akan memproduksi dopamin sehingga menimbulkan gairah, kebahagiaan, dan yang paling berbahaya adalah kecanduan sampai mencoba. Kecanduan (adiksi) menyebabkan disensitisasi (tidak peka lagi) yang mengakibatkan porno meningkat hingga mencoba.

Subhanallah sekali ya era ini. Setelah materi ke dua dilanjut sesi tanya jawab dan pulang. Disarankan jika menemui pornografi di media massa dan elektronik maka dapat melaporkan ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan dukung serta kontribusilah dalam Citizen Jurnalism (CJ).

 

Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh,

Have A Barokah Day

 

 

 

Read more:

  1. Al-Qalam [68]: 51
  2. Ahmad dari Abdullah bin ‘Amir, Ash-Shahihah, No. 2572

Commitee on Public Education. 2001. Children, Adolescents, and Television. Available at http://pediatrics.apppublications.org/content/107/2/423

Permanasari, Indira. 2011. Pornografi Merusak Otak Anak. Available at http://health.kompas.com/index.php/read/2011/01/18/06360898/Pornografi.Merusak.Otak.Anak

www.citizenjurnalism.com

www.kpi.go.id