Hari Ayah Nasional

Hari Ayah

Hari Ayah

Oleh Dwi Setiani

Sejarah menunjukkan apresiasi pada perjuangan seorang ibu, yang akhirnya membuat banyak warga negara di dunia mengabadikan moment penting ini sebagai Hari Ibu (Mother’s Day). Lebih dari 75 negara di dunia seperti Kanada, Australia, Jerman, Italia, Jepang, Malaysia, Singapura, Taiwan, Hongkong dan lainnya memperingati Hari ibu ini setiap bulan Mei tepat Hari Minggu di pekan kedua. Hari Ibu menjadi suatu hari yang menggambarkan penghormatan dan kasih saying kepada ibu kita yang telah berjuang keras dalam melahirkan orang-orang hebat sebagai khalifah di bumi. Sehingga memang apresiasi ini diterima bagi semua lapisan dan semua kepercayaan. Pertanyaannya, mengapa cuma ibu yang diapresiasai perjuangannya? Apakah ayah-ayah kita tidak memiliki andil dalam perjuangan itu sehingga tidak memebutuhkan apresiasi ?

Inilah jawaban untuk pertannyaan di atas. Akhirnya, muncullah hari penting baru pada beberapa tahun terakhir ini . Hari untuk mengapresiasi perjuangan ayah yang juga membantu seorang ibu dalam melahirkan generasi penerus kehidupan manusia. Hari inilah yang disebut sebagai Hari Ayah (Father’s Day) yang merupakan  perpanjangan tangan dari Hari Ibu. Hari Ayah adalah hari untuk menghormati ayah atas segala perjuangannya. Sejarahnya, di Amerika  dan lebih dari 75 negara lainnya seperti Australia, Kanada, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Hongkong merayakan Father’s Day  pada hari Minggu di pekan ke tiga bulan Juni. Perayaannya pun  hampir di seluruh dunia  dimulai pada awal abad ke-12. Biasanya Hari Ayah dirayakan dengan pemberian hadiah kepada ayah dan kegiatan kekeluargaan. Hari Ayah diadakan untuk melengkapi Hari Ibu, hari untuk menghormati ibu. Di beberapa negara Eropa dan Timur Tengah, Hari Laki-laki Internasional  (International Men’s Day) diperingati setiap bulan 19 November.[1]

Di Indonesia sendiri Hari Ayah dirayakan pada tanggal 12 November, dimana hal tersebut pernah dideklarasikan di Solo, meskipun perayaannya tidak begitu populer seperti Hari Ibu. Dengan demikian dapat dilihat bahwasanya Hari Ayah belum terlalu poupoler di kalangan masyarakat. sebagai implikasi bahwa Hari Ayah masih dianggap belum terlalu penting dan bahkan mengarah pada diskriminasi.

Selanjutnya mari kita amati Hari Ayah dari segi Islami, maka kita dapat mengambil hikmah pada sisi birul waliadain(Berbakti kepada Orang tua). Mengapa demikian? Karena jika kita melihat pada sejarahnya yang memang Hari Ayah ini secara universal, sehingga penerapannya pun kadang cenderung hedonis. Namun, ketika dilihat pada kacamata Islami dengan dasar birul walidain, maka Hari Ayah ini dapat menjadi salah satu cara untuk menerapakan birul walidain. Dengan memberikan ucapan terima kasih kepada ayah kita jika beliau masih hidup dan mendoakan beliau ketika mereka telah tiada.

Birul waliadain sendiri diartikan berbakti pada kedua orang tua, bukan berbakti hanya kepada ayah atau hanya kepada ibu kita saja, melainkan kepada kedua-duanya. Oleh karena itu Allah pun banyak menekankan pada ayat – ayatNya di Al-Quran tentang pentingnya birul walidain ini. Seperti dijelaskan dalam QS. Luqman ayat 14.

وَوَصَّيۡنَا ٱلۡإِنسَـٰنَ بِوَٲلِدَيۡهِ حَمَلَتۡهُ أُمُّهُ ۥ وَهۡنًا عَلَىٰ وَهۡنٍ۬ وَفِصَـٰلُهُ ۥ فِى عَامَيۡنِ أَنِ ٱشۡڪُرۡ لِى وَلِوَٲلِدَيۡكَ إِلَىَّ ٱلۡمَصِيرُ

Artinya : “Dan Kami wajibkan manusia berbuat baik kepada kedua ibu bapaknya; ibunya telah mengandungnya dengan menanggung kelemahan demi kelemahan (dari awal mengandung hingga akhir menyusunya) dan tempoh menceraikan susunya ialah dalam masa dua tahun; (dengan yang demikian) bersyukurlah kepadaKu dan kepada kedua ibu bapakmu; dan (ingatlah), kepada Akulah jua tempat kembali (untuk menerima balasan).” (QS. Luqman : 14).[2]

Dari penjelasan dalil naqli di atas dapat dilihat bahwasanya jasa ayah ibu kita sangatlah besar. Sehingga Allah pun memerintahkan kepada kita untuk bersyukur kepadaNya dan kepada kedua orang tua kita. Hal ini mengiaskan bahwasanya orang tua merupakan tangan kanan Allah dalam mendidik dan merawat kita sebagai titipanNya. Kepada ibu yang mengandung dan melahirkan kita dan kepada ayah yang berjuang untuk melindungi dan menafkahi keluarga. Tugas ayah yang kian hari juga semakin besar, dengan berbagai tuntutan untuk mencukupi kehidupan dan mencapai kesejahteraan keluarga kadang juga menjadi beban yang berat bagi sebagian mereka. Oleh karenanya, ketika mengungkapkan rasa sayang dan cinta kita sebagai bukti bahwa kita berbakti pada mereka itu butuh momen yang tepat maka Hari ayah pada tanggal 12 November ini bisa menjadi alternatif. Namun bukan berarti sayang kita dan bakti kita kepada mereka hanya pada tanggal itu. Melaikan hari itu hanya sebagai simbol bahwa kita menyayangi ayah kita sepanjang masa. Jazakumullahu khair…