Al-Qur’an Bernyawa

“Al-Qur’an Bernyawa”
Di jabalnur.. Tubuhnya Bergetar..
Jibril didekatnya, tubuhnya Bercahaya..

Bacalah…!!

Di Jabalnur ..tubuhnya diselimuti cahaya..
Jibril menuntunnya mambaca, tubuhnya menggigil luar biasa..

Bacalah..!!

Di Jabalnur ..dalam kepasrahan total tubuhnya bercahaya, Jibril menguatkan jiwanya..

Bacalah..!!

Batu-batu, gugusan, gunung-gunung itu,
lembah itu, padang pasir, pohon-pohon kurma, angin yang berhembus, bintang gemintang, cahaya dan semua partikel, semua makhluk yang ada dilangit dan dibumi..
saat itu menjadi saksi bahwa dia..
dia yang bercahaya itu.. yang dituntun jibril membaca cahaya itu..
dia adalah utusan Allah..

Sejak itu dia membaca cahaya, dia membawa cahaya, dia menyampaikan cahaya, dia menyibak kegelapan dengan cahaya ayat-ayat Allah, cahaya itu ia potong-potong, ia bagi-bagi rata dan tak Nampak kurang tak lebih, ia takar dengan sempurna setiap potongan menjadi cahaya yang sempurna, ia letakkan & ia tebar di Mekkah di Thoif di Madinah di seluruh penjuru jazirah..
lalu dia meratakan ke timur ke barat ke seru sekalian alam..

Cahaya itu bernyawa..
Cahaya itu menghidupkan jiwa-jiwa yang mati.. menyembuhkan peradaban yag sekarat..

Dialah Al-Qur’an yang bernyawa..
Untuknya ku kirim sholawat & salam cinta

Kang Abik Membaca Puisi