CINTA ITU BERBEKAS DI HATI

Cute-little-muslim-baby-holing-Holy-Quran

sudah kadung cinta

Oleh : Adi Gunawan Saputra

Seorang anak yang sedang mengantuk dan hari memang sudah malam tetapi anak itu tidak bisa tidur. Anak itu meminta kepada ibunya untuk membacakan sebuah cerita. Melihat keadaan anaknya yang belum bisa tidur, Sang ibu pun dengan senang hati membacakan sebuah cerita dan si Ibu memilih cerita yang terbaik dalam keluarga mereka. Ibu itu berkata “cerita ini sangat luar biasa yang sangat sayang ketika Andi (nama anak itu) melewatkannya dengan tertidur pada saat cerita berlangsung. Benarkah bu?? Ujar Andi.

Ayo kalau gitu, Andi masih ingin mendengarkannya?. Nanti jangan ketiduran ya. Ceritanya bagus loh. Baik, Andi siap (ujar Andi). Begini ceritanya..

Pada suatu hari, di suatu desa yang sangat indah. Ada seorang pemuda yang selalu membuat kekacauan di desa yang bernama Binggu itu. Rato-rata ratorarota… (suara ribut terdengar). Adi, adi, (semua orang memanggil nama anak itu)..  wah bu namanya mirip dengan nama Andi ya (kata Andi dengan senang mendengar cerita ibunya. Pemuda itu dikenal dengan nama Adi, dia adalah seorang pemuda muslim yang berparas tampan, berbadan kuat, dan kaya. Namanya terkenal hingga penjuru desa. Orang-orang menyebutnya Adi the chaos (sang pembuat kekacauan) karena keberadaannya menghadirkan kekacauan terhadap masyarakat desa Binggu.

Dibalik itu semua, sebenarnya Adi adalah orang yang baik. Dia adalah seorang anak yang dibesarkan oleh keluarga yang sangat baik. Pada waktu kecil Ibunya selalu membacakan al-quran dan cerita-cerita bernuansa islam ketika Adi ingin tidur. Sama seperti ibu yang membacakan kamu cerita sekarang (kata ibu Andi kepada anaknya). Wah Andi jadi malu nih (Andi senyum karena pernyataan ibunya). Ayah Adi memang bukan ustadz atau orang yang paham mengenai agama islam secara mendalam tetapi beliau selalu mengajarkan nilai-nilai akhlak yang baik kepada anaknya. Beliau menanamkan aqidah yang kuat dan ibadah yang lurus kepada Adi. Seorang Adi bahkan mengikuti sekolah umum dan madrasah secara bersamaan.

Keluarga adi adalah orang-orang yang mencintai Allah dan Rasul. Pembinaan yang diberikan oleh ayah dan ibu Adi kepada anaknya berdasarkan 4 sifat teladan Rasulullah yaitu Jujur, berkomunikasi dengan masyarakat (tabligh), dapat dipercaya atau bertanggung jawab, dan cerdas. Mereka memberikan pendidikan terbaik kepada adi dengan fondasi islam yang baik agar adi menjadi anak yang cerdas pengetahuan dan juga moralnya dan kelak menjadi pemimpin seperti Rasulullah SAW. Ayah adi menanamkan sifat jujur kepada anaknya dengan menjadi teladan bagi Adi. Ayah dan ibunya menjadi sosok teladan yang baik dalam hal kejujuran. Semua kejadian yang dilihat adi selalu terkandung nilai kejujuran sehingga adi terdorong untuk jujur dalam setiap perbuatan. Keluarganya juga selalu memberi hadiah ketika adi bersikap jujur. Adi sangat senang dengan sifat jujur ini. Dia selalu mendapat kebaikan-kebaikan dari sifat jujurnya itu.

Ayah adi mengajarkan sifat saling menghargai dan saling menolong kepada adi. Beliau juga menunjukkan perilaku menghargai itu agar Adi dapat memahami dan melakukannya. Ayah dan ibunya juga menjadi sosok yang suka tolong menolong terutama dalam hal infak dan sedekah kepada orang-orang yang membutuhkan. Hampir semua kejadian yang dilihat oleh mata adi, teladan yang ditunjukkan oleh ayah dan ibu adi mewakili keadaan manusia yang saling tolong menolong, saling menghargai antar saudara. Setiap hari adi selalu penuh dengan kebaikan, kejujuran, dan sifat tolong menolong. Adi sangat senang dengan kehidupan seperti ini dan adi sangat sayang kepada orang tuanya. Adi pun menjadi anak yang saleh dan selalu berperilaku seperti yang diajarkan oleh ayah ibunya yang mengikuti teladan Rasulullah SAW.

Kemudian adi selalu ditekankan untuk mencintai Al-quran dengan membacanya setiap hari dan melaksanakan shalat fardhu. Ayah dan ibunya berkata kepada adi untuk jangan pernah meninggalkan shalat karena sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar seperti yang telah dijelaskan dalam surat Al-Ankabut ayat 45 yaitu :

Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Al-Ankabut:45).

Ayah dan ibu yakin bahwa Allah akan selalu melindungi umatnya yang selalu menjaga shlata dari perbuatan yang buruk dan mungkar. Shalat itulah yang menghadirkan ketenangan dalam kehidupan manusia dan cintailah Al-quran karena umat islam akan maju ketika berpegangan terhadap Al-quran dan hadits. Adi selalu menjaga shalatnya dan membaca Al-quran karena dia merasa hatinya terjaga dari perbuatan yang buruk. Begitulah orang tua adi mendidiknya yang tanpa dia sadari telah membangun kedekatannya dengan Allah SWT.

Oh begitu ya bu… tetapi kok tadi ibu bilang kalau dia itu pembuat kekacauan (Andi penasaran dengan kelanjutan cerita ibunya). Iya nak, ibu lanjutkan ceritanya. (sang ibu melanjutkan ceritanya dan kembali pada kejadian di desa Binggu)

“Adi… adi.. wah anak itu selalu membuat kekacauan di desa kita ini” kata seorang bapak yang bernama Rudi yang warungnya selalu didatangi oleh Adi. Hampir setiap hari ada-ada saja keributan yang dibuatnya. Mulai dari memukul orang, meminta uang, teriak-teriak di warung-warung, dan  melakukan hal gila lain. Setelah melakukan itu semua, biasanya dia langsung lari dan tidak kelihatan lagi. Kemudian besok pagi dia datang lagi dan begitu seterusnya. “Tetapi menurut saya, terkadang dia bersikap baik” ujar seorang ibu.

Mana mungkin anak seperti itu melakukan hal-hal baik. Kalau pun iya, paling cuma kebetulan. Dia hanya bisa membuat kekacauan saja. “Atau mungkin kekacauan ini yang terjadi secara kebetulan” kata ibu tadi lagi. Terserah ibu saja, besok kita lihat lagi tingkah laku dan kejadian dari seorang Adi. Ketika dia membuat kekacauan lagi di warung ini dan saya bisa menangkapnya, saya akan hajar hingga berkeping-keping.

Hip, hip, hip, hm… (suara terengah-engah karena lari sekuat tenaga). Adi berkata wah hari ini aku berhasil mendapatkan banyak uang. Tidak apa-apa walau hampir ditangkap oleh pak … hasil uang ini akan saya gunakan buat makan hari ini. Adi berjalan ke warung yang lain untuk membeli sebungkus makanan. Dia menggunakan uang hasil tadi pagi untuk membeli makanan tersebut. kemudian dia kembali ke markasnya. Di tengah perjalanan dia menemui seorang kakek yang kelihatan sangat lapar dan sakit dengan batuk-batuk sambil berjalan. Entah kenapa hati seorang adi itu tidak tega melihat kakek itu. Kakek yang sudah tua dan sedang lapar sedangkan dia adalah orang muda dan sedang memiliki sebungkus makanan. Hatinya selalu gelisah melihat kejadian tersebut. kemudian dia memberikan makanannya kepada kakek itu dan kejadian seperti ini tidak terjadi baru sekali ini. Kejadian ini sering terjadi dan adi selalu memberikan makanannya. Dia pun bingung akan kejadian tersebut dan hatinya yang selalu bergetar ketika melihat kejadian seperti itu.

Setelah beberapa hari kejadian tersebut yang terus terjadi seperti telah direncanakan oleh sang pencipta. Adi berpikir bahwa ada sesuatu yang berbeda dengan dirinya. Dia pergi mencari seorang ustadz. Dia bertanya perihal kenapa dia selalu bergetar ketika melihat kejadian-kejadian seperti kemarin atau sebelum-sebelumnya. Sesampainya Adi di rumah ustadz, dia langsung menceritakan kejadian yang dialaminya dan kenapa hatinya selalu bergetar ketika melihat kejadian tersebut. sang ustadz langsung menanyakan riwayat hidup si Adi dan memintanya untuk menceritakan. Adi pun menceritakan kehidupannya dulu bersama keluarganya yang selalu diiringi keindahan Al-quran dan dekat dengan Allah.

Kenapa adi berubah bu??? (tanya Andi kecil kepada ibunya). Adi bercerita kepada ustadz hingga sampai cerita bahwa ayah dan ibunya yang sangat dia sayangi telah meninggal dalam kecelakaan pesawat. Sejak kejadian kecelakaan pesawat tersebut. adi selalu sedih dan sangat rindu kepada ayah ibunya. Dia merasa sangat kehilangan. Dia pun berubah menjadi pendiam, dan berperilaku yang kurang baik kepada masyarakat dan dirinya sendiri. Tetapi tidak semua kejadian yang kurang baik itu ingin dia lakukan. Terkadang kejadian buruk dan kekacauan yang dia perbuat terjadi tanpa sengaja.

Setelah bercerita, ustadz berkata kepada adi “ tahu kenapa hatimu selalu merasa tidak baik ketika melakukan hal buruk?.Orang tuamu telah mendidikmu dengan baik dengan fondasi islam yang kuat. “Cinta adalah kebaikan dan kebaikan berasal dari hati” kata sang Ustadz. Karena segala kebaikan dan kedekatanmu kepada Allah yang terbangun pada waktu kecilmu telah meninggalkan bekas yang belum bisa hilang di hatimu. Cintamu kepada Allah selama ini masih membekas di hatimu itu dan mungkin saja terpendam tetapi tidak hilang dan terus mendorong dirimu kepada kebaikan. Segala kebaikan yang diajarkan oleh orang tuamu telah menjadi bagian dari dirimu. Sungguh maha suci Allah atase segala kuasanya dan kamu patut bersyukur atas nikmat itu semua. Mulai detik ini, ayo ikuti kata hatimu dan jangan berbohong lagi pada dirimu sendiri. Ikhlaskanlah kepergian orang tuamu. Allah masih memberimu kesempatan dan menyayangimu. Insya Allah kamu adalah orang yang mampu melewati ujian dari Allah ini. Karena kamu pernah dekat kepada Allah maka kamu sudah tahu caranya untuk mendekatkan dirimu lagi kepada Allah SWT.

Adi yang telah bertemu dengan ustadz dan mendapatkan nasehat-nasehat kemudian teringat kepada kedua orang tuanya, kepada semua perilaku-perilaku baik yang diajarkan orang tuanya, terutama kepada pesan ayah dan ibunya untuk tidak meninggalkan shalat dan membaca Al-quran karena itu dapat mencegahmu dari perbuatan yang buruk dan menghadirkan ketenangan dalam hidup seorang manusia. Adi pun berjanji kepada dirinya sendiri untuk berubah dan memperbaiki segala kekacauan yang telah dia perbuat pada masyarakat desa Binggu.

Wah ceritanya semakin seru nih… adi sekarang telah kembali kepada jati dirinya yang dekat kepada Allah (kata Andi dengan senang).

Keesokan harinya, warungnya pak Rudi kedatangan tamu. Dua orang yang datang bukanlah orang yang memiliki niat baik. Mereka berbadan besar dan kelihatan tidak bersahabat. Mereka memesan makanan di warung pak Rudi. Beberapa saat setelah orang itu makan, mereka langsung pergi tanpa membayar. Pak Rudi tidak tinggal diam terhadap perbuatan mereka dan mencoba meminta bayar atas makanan mereka. Dua orang itu tetap tidak mau membayar bahkan mereka meminta uang kepada Pak Rudi. Mereka mendorong pak Rudi dan memaksa untuk menyerahkan uang hasil warung kepada mereka. Pak Rudi yang tidak kuat melawan tetap mencoba untuk bertahan. Masyarakat di sekitar juga ingin mencoba membantu tetapi salah satu dari dua orang tadi mengeluarkan pisau dan mengancam akan menusuk pak Rudi jika masyarakat mendekat.

Di tengah kepanikan semua orang dan pak Rudi yang tidak berbuat apa-apa lagi, sesosok pria yang berjaket yang sepertinya tidak dikenal datang. Dengan cepat dia mengambil pisau yang ada ditangan penjahat tadi dan memukul jatuh kedua orang tersebut. Penjahat yang satunya mencoba memukul tetapi sang pria berjaket dengan mudah menghalau pukulannya dan melempar orang itu. Dua penjahat yang jatuh tadi kemudian bangun dan mencoba melawan kembali tetapi dengan mudah pria berjaket menjatuhkan mereka dan beliau memberikan uang dan berkata “ambil uang ini, Kemudian pergilah, jangan kembali lagi ke warung ini bahkan jangan menginjakkan kaki lagi di desa ini atau kalian ingin saya hajar lagi”.

Kedua orang penjahat tersebut kemudian meminta maaf dan lari. Orang-orang pun bertanya siapa gerangan orang yang telah menolong pak Rudi. Wajahnya tertutup oleh jaketnya sehingga orang-orang sulit mengenalinya. Pak Rudi bertanya “ maaf mas, kalau boleh tahu anda siapa ya???. Wah andi tahu nih siapa (kata Andi sambil tersenyum kepada ibunya). Dengan perlahan pria berjaket itupun membuka penutup kepala jaketnya sehingga wajahnya terlihat oleh semua orang.

Orang-orang pun tidak percaya sekaligus kagum atas apa yang dilihat mereka. Para penduduk desa bertanya dengan keheranan. Itu adi kan?. Adi pun menjawab “iya benar ini saya”. Semua orang berkata “Alhamdulillah akhirnya seorang adi telah berubah”. Beliau akan menjadi orang yang bersama-sama membangun desa ini dan melindungi desa. Pak Rudi pun berterima kasih kepada Adi. Kemudian Kepala Desa datang dan mengucapkan terima kasih juga. Beliau berkata dua orang penjahat tadi memang sering melakukan perbuatan buruk di desa ini. Bukan hanya warung pak Rudi tetapi telah banyak warung yang telah menjadi korbannya. Saya dan pengurus desa yang lain belum bisa melakukan apa-apa. Beruntung dek Adi telah berani mengusir mereka dan menyelamatkan desa Binggu.

Tidak apa-apa pak, saya juga dulunya adalah orang-orang yang telah berbuat kurang baik bagi desa ini. Sekarang saya telah sadar dan menemukan diri saya sesuai dengan hati ini (sambil meletakkan tangan di dadanya). Saya juga ingin minta maaf kepada semua orang yang pernah saya sakiti. Saya ingin memperbaiki semua kekacauan yang telah saya perbuat. Mulai hari ini saya akan mengabdi bagi desa, bangsa, negara, dan agama. Ketika dua orang tadi kembali atau ada sekelompok penjahat yang mencoba mengganggu desa Binggu. Kita tidak boleh tinggal diam dan saya bersama teman-teman akan melawan mereka.

“Wah beruntung sekali kita ini dan sungguh ini suatu hal yang luar biasa yang patut kita syukuri” ujar salah seorang penduduk desa. Sekarang desa kita memiliki seorang pemuda yang berani yang akan memimpin para pemuda di desa Binggu untuk membangun desa dan melindungi para penduduk desa. Seiring cerita yang panjang. Allahu Akbar, Allahu Akbar… (Adzan ashar pun berkumandang). Kemudian Adi mengajak para penduduk untuk shalat Ashar berjamaah.

Setelah shalat Ashar berjamaah, adi bercerita mengenai masa kecilnya, perubahan yang dia alami, dan hatinya yang berbekas cinta kepada Allah SWT. Kemudian Adi menyampaikan pesan yang disampaikan oleh kedua orang tuanya yaitu janganlah pernah meninggalkan shalat karena shalat akan menghadirkan ketenangan dalam hidup dan mencegah perbuatan keji dan mungkar, cintailah Al-quran karena umat islam akan jatuh ketika meninggalkan Al-quran dan hadits yang merupakan pedoman kehidupannya. Penduduk masyarakat pun senang dan kehidupan di desa Binggu dimulai lagi dengan pemuda yang gagah berani bernama Adi.

Ceritanya selesai di. Sambil mengantuk Andi mengatakan dia sangat senang kepada Adi dan ketika besar nanti Andi akan menjadi seorang pemuda yang berani untuk memperjuangkan kebaikan seperti Adi. Kalau begitu ibu berpesan ya jangan pernah meninggalkan shalat dan cintailah Al-quran, kemudian Ibunya pun berdoa ya Allah jadikanlah anakku menjadi orang yang bertakwa kepada-MU, menjadi orang yang dekat dengan-MU, orang yang berjuang demi agamamu seperti ayahnya yang bernama Adi suamiku yang sekarang sedang berjuang (berjihad) di Palestina untuk melawan musuh-musuh islam. Lindungilah Adi dari segala yang menjauhkan dirinya dari-MU ya Allah, berilah kekuatan kepadanya untuk mengemban Amanah yang kau berikan. Semoga engkau masih berkenan untuk memberikan kesempatan kepada Andi untuk bertemu ayahnya yang dekat kepadamu yang kedekatannya itu berbuah cinya yang berbekas di hatinya dan tetap mengingatkannya kepada-MU dalam kondisi apapun. Amin…

Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar. (Al-Hujuraat :15).